Hipotesa awal pentingnya kemampuan fisik, kreatif dan rasio untuk penilitian tentang kegiatan seni rupa pada anak-anak tingkat sekolah dasar di kawasan marjinal sebagai sarana stress reducer.
Legenda Hutan Kareumbi
Sedikit tentang hutan kareumbi, terletak di Cicalengka Kabupaten Bandung yang menjadi perbatasan antara Bandung, Garut dan Sumedang. Terdapat dusun cigamentong di area hutan Kareumbi dengan 17 KK di dalamnya. Hutan Kareumbi adalah termasuk hutan purba yang masih memiliki pohon dengan diameter 300cm berusia ribuan tahun. Pada abad 18 hutan ini menjadi tempat pelarian serdadu kerajaan sumedang larang yang diserbu oleh penjajah, pada tahun 60an menjadi tempat perseteruan antara pasukan kartosuwiryo (DI/TII) dan Ibrahim Adjie (TNI/Siliwangi). Pada tahun 90an hutan ini mengalami pembalakan liar dan kehilangan sekitar 450 hektar lahan hutan dengan perkiraan 3.000.000 m kubik pohon pinus, damar angsana dsb habis. Pemerintah dengan desakan dari LSM lingkungan hidup akhirnya berencana menjadikan Kerumbi menjadi kawasan konservasi dan Kebun Binatang, dan akhirnya sekarang hutan Kareumbi dikelola oleh Wanadri bekerjasama dengan masyarakat desa cigamentong dengan agenda utama konservasi dan wisata edukasi
Legenda Hutan Kareumbi adalah sebuah judul tentang acara liburan yang dibuat oleh Komunitas Sahabat Kota (KSK) bekerjasama dengan NTOTC Wanadri dan Konservasi Kareumbi Masigit. Dengan mengangkat konsep ESD (Education for Sustainable Development) sebagai acuan dasar, acara ini ditujukan untuk memicu kesadaran peserta dalam mengetahui, menjaga dan memiliki solusi atas permasalahan yang terjadi di hutan Kareumbi. Memfokuskan edukasi tentang lingkungan bagi anak-anak ditingkat sekolah dasar (1-6) dengan memuat dua agenda acara, yaitu hastakarya dan petualangan hutan Kareumbi.
Edukasi tentang lingkungan yang diberikan pada peserta di acara ini disampaikan lewat sebuah cerita, yang di dalamnya terdapat rangkaian misi-misi yang harus diselsaikan dalam 5 hari dengan misi final yaitu mengalahkan pembalak liar dan merebut bibit pohon untuk ditanam di kawasan konservasi Hutan Kareumbi. Rangakaian acara dari hari pertama hingga terakhir mengarahkan para peserta untuk mengasah keterampilan berkarya rupa musik dan gerak, memecahkan masalah, kerjasama, berpikir kritis, kebugaran jasmani serta kesadaran akan lingkungan sekitar.
Terimakasih untuk KSK, Wanadri, kawasan konservasi Masigit Kareumbi dan masyarakat Cigamentong. Semoga visi kita semua terhadap edukasi lingkungan dan budaya bagi anak-anak memberi kualitas hidup yang lebih baik bagi kehidupan generasi mendatang.
Tentang ESD
http://en.wikipedia.org/wiki/Education_for_Sustainable_Development
McKeown, R. (2002) "Education for Sustainable Development Toolkit"
Tentang KSK
http://kisahsahabatkota.wordpress.com
Tentang NTOTC Wanadri
http://www.facebook.com/pages/NATIONAL-TROPICAL-OUTDOOR-TRAINING-CENTRE-WANADRI/91706018118
Tentang Kaerumbi Masigit
http://kareumbi.wordpress.com/
Legenda Hutan Kareumbi adalah sebuah judul tentang acara liburan yang dibuat oleh Komunitas Sahabat Kota (KSK) bekerjasama dengan NTOTC Wanadri dan Konservasi Kareumbi Masigit. Dengan mengangkat konsep ESD (Education for Sustainable Development) sebagai acuan dasar, acara ini ditujukan untuk memicu kesadaran peserta dalam mengetahui, menjaga dan memiliki solusi atas permasalahan yang terjadi di hutan Kareumbi. Memfokuskan edukasi tentang lingkungan bagi anak-anak ditingkat sekolah dasar (1-6) dengan memuat dua agenda acara, yaitu hastakarya dan petualangan hutan Kareumbi.
Edukasi tentang lingkungan yang diberikan pada peserta di acara ini disampaikan lewat sebuah cerita, yang di dalamnya terdapat rangkaian misi-misi yang harus diselsaikan dalam 5 hari dengan misi final yaitu mengalahkan pembalak liar dan merebut bibit pohon untuk ditanam di kawasan konservasi Hutan Kareumbi. Rangakaian acara dari hari pertama hingga terakhir mengarahkan para peserta untuk mengasah keterampilan berkarya rupa musik dan gerak, memecahkan masalah, kerjasama, berpikir kritis, kebugaran jasmani serta kesadaran akan lingkungan sekitar.
Terimakasih untuk KSK, Wanadri, kawasan konservasi Masigit Kareumbi dan masyarakat Cigamentong. Semoga visi kita semua terhadap edukasi lingkungan dan budaya bagi anak-anak memberi kualitas hidup yang lebih baik bagi kehidupan generasi mendatang.
Tentang ESD
http://en.wikipedia.org/wiki/Education_for_Sustainable_Development
McKeown, R. (2002) "Education for Sustainable Development Toolkit"
Tentang KSK
http://kisahsahabatkota.wordpress.com
Tentang NTOTC Wanadri
http://www.facebook.com/pages/NATIONAL-TROPICAL-OUTDOOR-TRAINING-CENTRE-WANADRI/91706018118
Tentang Kaerumbi Masigit
http://kareumbi.wordpress.com/
desain tato untuk M. Fahri, gitaris handal nan rendah hati
Stilasi dari bentuk wayang golek tokoh rahwana. Rencananya akan dirajah oleh mang panca, tatooist, pada tangan kanan tepat pada kulit yang melapisi otot bicep.
Keramik Sebagai Material (untuk teman-teman kriya keramik)
Dilema antara nilai guna dan material menjadi dua hal yang umum dipikirkan oleh mahasiswa kriya keramik, harus berangkat dari kepentingan yang mana untuk menuju sebuah penciptaan karya kriya. Banyak eksplorasi-eksplorasi kegunaan keramik dilakukan untuk mencari sesuatu yang berbeda dari sebelumnya, suatu bentuk kegunaan yang belum pernah ada dilakukan pada keramik, istilah yang saya pakai adalah pemaksimalan material. Namun seringkali ditemui eksplorasi-eksplorasi guna keramik yang kelewat batas atau menurut saya tidak baik dan benar apabila diaplikasikan pada material keramik, material yang memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri, material yang terproses dari tanah, air, udara dan api.Mari kita kembali lagi pada pertanyaan dari socrates tentang penciptaan.
Sebuah penciptaan :
1. Apakah benar atau apakah dapat dibenarkan ?
2. Bila benar, apakah diperlukan ?
3. Bila benar dan perlu, sebaiknya apakah tidak untuk dilaksanakan ?
Bergunanya sebuah produk keramik adalah bagaimana akhirnya keramik tersebut dapat mengakomodir nilai-nilai yang dibutuhkan bagi penggunanya. Dalam hal ini mari kita batasi dengan keramik sebagai material yang memberi nilai fungsi. Pada sejarahnya yang dimulai dari zaman pra-sejarah, keramik tercipta untuk memiliki guna sebagai wadah, Wadah untuk memasak air, bumbu makanan, menampung sesuatu, dsb. Yang kemudian dengan sejarah peradabannya, manusia mulai menemukan kegunaan-kegunaan lain selain sebagai wadah, seperti tegel, alat sanitasi, isolator listrik, rompi anti peluru, pisau dsb yang semuanya diciptakan untuk memberi kemudahan pada kebutuhan manusia.
Maka sebagai insan kriya keramik setidaknya hal pertama yang harus disadari dalam penciptaan karya adalah kesadaran akan nilai dasar keramik itu sendiri, sebagai sebuah material yang memberi kemudahan pada kebutuhan manusia. Satu buah mug keramik sederhana akan lebih jelas kegunaannya dibandingkan satu set kotak speaker dari keramik, bukan untuk menutup sebuah usaha mencari peluang atau proses berkreatifitas namun sebagai bentuk penyadaran akan nilai dasar dari sesuatu, dalam hal ini relevansi keramik dengan nilai kegunaan dan dampaknya. Mari berkarya !!
referensi
Mug, 2009, Karya Penulis Kerjasama Dengan Mokshagoods.
Mayal, William Henry.1979. Principles In Design. London : Design Council
sedikit dari esai saya tentang inovasi
“Design is to design a design to produce a design”.
–John Heskett
Mendidik kembali manusia Indonesia menjadi manusia yang sadar dan tahu akan sejarahnya, manusia yang tahu konsep nilai-nilai nenek moyangnya, manusia yang beradab karena tahu tentang perkembangan peradabannya sendiri. Bukan manusia yang dimanja oleh peradaban namun manusia yang mempertanyakan peradaban.
Subscribe to:
Posts (Atom)